solfaCorners

Saturday, May 19th

Headlines
Solfacorners - Share and Sale
 

Saya Zamurai: You can win a battle without weapon

User Rating: / 0
PoorBest 

 

Saya masih belum tahu apakah saya aneh untuk memuja film Matsumoto ini seperti yang saya lakukan. Sebagai comedian yang tergabung dalam duo Downtown bersama Hamada, saya sangat mengagumi kiprahnya. Beberapa film sebelumnya pun sudah saya tonton dan saya menikmatinya (Symbol dan Big Man Japan), tapi hanya sebatas karena saya mengagumi Matsumoto yang berperan didalamnya atau Matsumoto yang menyutradarainya. Kedua film tersebut belum bisa diterima secara penuh oleh kebanyakan teman saya yang masih awam dengan jepang-jepangan :)

 Hitoshi Matsumoto and Sea Kumada, 64th Locarno Film Festival for Saya Zamurai (2010)  Matsumoto’s latest is one of my favorite films seen this year, an absolute (comedic) masterpiece from the director of Dai Nipponjin and Symbol. Review coming soon, of course. Also, Sea Kumada is the cutest, most talented kid actress I have ever see in a film. Look at her! Precious!!

Hitoshi Matsumoto & Sea Kumada, 64th Locarno Film Festival for Saya Zamurai (2010)

Matsumoto’s latest is one of my favorite films seen this year, an absolute (comedic) masterpiece from the director of Dai Nipponjin and Symbol. Also, Sea Kumada is the cutest, most talented kid actress I have ever see in a film. Look at her! Precious!!

 

Akan tetapi dalam karya terbarunya ini, saya pikir Matsumoto membuat namanya semakin bisa dibandingkan dengan sutradara kelas dunia. Saya Zamurai ini sangat menguras emosi saya. Dengan dialog sangat jarang, film ini diceritakan melalui visual dengan gaya khas Jepang.



Dalam film ketiganya ini, Matsumoto tidak berperan didalamnya (walaupun muncul sebagai cameo dalam akhir film sebelum credit), arahannya sangatlah indah. Premis dari film ini lebih cocok sebagai cerita anak-anak, meskipun sebenarnya ditujukan untuk orang dewasa. Seperti sulap, fantastis ... Itu semua ada di dalamnya. Seperti dalam Symbol, saya tertawa dan tertawa selama lebih dari satu jam. Saya benar-benar menyukainya, terlebih ending yang sangat tak terduga dan sangat menguras emosi. Terakhir saya ingat, Saya menangis saat menonton Drama Seri Beautiful Life. Dan Saya Zamurai mencampur aduk perasaan saya dengan semena-mena.


 

Sudah pasti, saya akan menunggu karya Matsumoto yang lain.

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."