solfaCorners

Sunday, Feb 05th

Headlines
Solfacorners - Share and Sale
 

Konser Musik Kita Peduli

User Rating: / 1
PoorBest 



kita-peduli-banner Konser Musik? Ah biasa! Eits tapi bukan yang satu ini. Konser Musik yang satu ini sangat beda! Ini Konser Musik untuk amal. Seperti yang kita tahu, recently beberapa daerah di Indonesia terkena bencana alam. Nah, untuk membantu para korban bencana alam tersebut, Margo City bekerja sama dengan sponsor dan musisi Indonesia untuk menggalang dana bagi meereka. Maka hadirlah konser musik dengan judul Kita Peduli yang digelar tanggal 1 Nopember 2009, pssstt nggak pake bayar alias gratis!. Bukan cuma nonton konser musik aja. Di event ini kita juga bisa menyumbang langsung secara tunai! yak, dibayar tunai! Uang seberapapun tentunya akan sangat berguna untuk membantu saudara kita yang terkena bencana alam. And speaking of which, saya melihat langsung ada seorang bapak sambil gendong anaknya, memberikan uang seratus ribu tiga lembar di booth yang disediakan lalu langsung pergi tanpa menulis data dirinya. Padahal mbak petugas amalnya udah nyiapin pulpen dan kertas data. Ya, saya tahu memang banyak orang baik di sekitar kita.


 

Acara berlangsung dari jam 7 sampai jam 10 malam. Tapi kayaknya persiapan udah dari jauh sebelumnya. Dan sebelum acara berlangsung udah ada beberapa pengunjung duduk di kursi-kursi yang udah disediakan nggak jauh dari depan panggung. Dan mendekati jam tujuh, kursi-kursi mulai terisi penuh.

 

Acara dibuka oleh De_Fla yang memainkan lagu I'm Yoursnya Jason Mraz. Lalu dilanjutkan oleh performers lain yang membawakan lagu pilihan mereka masing-masing. Cukup sepi suasana di Margo City malam itu. Padahal band-band mainstream udah dandan abis malam itu. Apalagi band cewek seperti Pianka dan Sayang band dan soloist bella Febrina udah tampil sangat cantik -fisik maupun musik. Tapi meskipun nggak ramai seperti konser pada umumnya, semangat performers yang tampil pada malam itu terlihat maksimal. Mereka bermain tanpa cela.

 

pict0015Suasana memanas dan penonton mulai ramai saat pertengahan acara. Dwiki Dharmawan dan bandnya manggung membawakan sebuah lagu Cak Ton Tong Kalamai Jaguang yang khas padang di balur dengan melodi jazz. Sangat unik mendengat melodi khas daerah diaransemen seperti itu. Sampai saya lupa bernapas dan tepuk tangan. Dan yang menariknya lagi, di band yang mengiringi Dwiki Dharmawan ada satu cewek kece yang main drum. Dan bukan cuma gebuk-gebuk doang, saat solo session skillnya juga sangat lumayan. Entah siapa drummer cewek itu. Dwiki Dharmawan bermain sangat atraktif. Beberapa kali jack keyboard portablenya lepas gara-gara dia mondar-mandir keliling panggung. Tapi tak mengurangi kesempurnaan permainan mereka.

 

 

Sebelum acara ditutup oleh Tompi, penonton yang rata-rata udah nggak sabar pengen lihat Tompi dikejutkan oleh penampilan unik dari Kunokini dan Tembang Pribumi. Gimana nggak unik? Kunokini yang saat itu perform dengan hanya tiga personil (semuanya perkusi) mampu membuat seluruh penonton bergoyang bertepuk tangan sambil menghentakkan kaki saat mereka menyanyikan lagu Rasa Sayange yang di bumbui repetan rap ala Jamaica dan rentetan perkusi yang kompaknya ciamik. Rasa nasionalis yang haru seperti memenuhi dada saat mereka dengan lantang berteriak: "SAYA BANGGA JADI ORANG INDONESIA!!!!". Lain lagi dengan Tembang Pibumi yang berbusana daerah malam itu. Ya mereka memakai busana daerah lengkap! Bukan cuma itu keunikan mereka, selain menggunakan kolintang dan krecek, mereka juga membawa seorang Dalang, Ya, Dalang! Lengkap dengan gedebong pisang dan wayang-wayangnya keatas panggung. Sepertinya Tembang Pribumi Pibumi hanya sebagai background musik dari Dalang yang sedang bercerita sebuah kisah perwayangan. Entah siapa itu Tembang Pibumi, Dalangnya atau Bandnya? Atau justru semuanya adalah Tembang Pribumi. Nggak jadi soal, karena musik yang dihasilkan terdengar sangat apik mengikuti alur cerita sang Dalang dan tentunya unik.

 

Hal baru yang saya dapat dari Konser Musik Kita Peduli adalah: Lagu daerah atau lagu kebangsaan akan menjadi sangat menarik jika di aransemen ulang. Menjadi sebuah jenis musik baru dengan irama yang unik. Seperti yang dilakukan Dwiki Dharmawan, Kunokini dan Tembang Pribumi. Cokelat pernah melakukannya. Slank pernah melakukannya saat Pay masih bergabung. Superman Is Dead juga pernah. Generasi muda (haha ya, saya udah nggak muda) sepertinya perlu dicekokin musik-musik kayak gini supaya nasionalisme mereka makin besar. Dan pada akhirnya mereka bisa bilang Indonesia dengan lengkap. Bukan cuma Indo saja atau malah Indon (amit-amit). Setelah itu, saya yakin mereka TAK AKAN MALU MENJADI ORANG INDONESIA. Salut untuk semangat semua pengisi acara. Salut untuk Konser Musik Kita Peduli. -ibhe-

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
titiw     |2009-11-03 17:29:10
Nyahahha.. cantik fisik maupun musik. Berima! Btw. . pas soulnation yg ada indon
esia unite kemaren ju ga musisi2 rap indonesia kita nyanyiin lagu2 keban gsaan y
ang diaransemen dengan super keren.. dan ga k lupa, lagu bebasnya iwa k dinyanyi
in bareng2 den gan bendera merah putih yg berkibar. KEREN! *buru2 nulis laporan
nonton soulnation*
ibhe   |2009-11-03 18:11:26
ayo!!! berjuang ti!
jempolmaut  - ralat     |2009-11-08 07:53:56
waah ada reviewnya
tembangpribumi mas, buk an kembang pribumi







regard's
-tembangpri bumi-
bronov  - re: ralat   |2009-11-09 11:42:33
jempolmaut wrote:
waah ada reviewnya
tembangpribumi mas, buk an kembang pribumi







regard's
-tembangpri bumi-



Maaf ya Om, atas kekhilafan crew kami ,sudah di ralat yah , btw kalo a
da acara manggung di info  yah...Thanks.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."