solfaCorners

Sunday, Feb 05th

Headlines
Solfacorners - Share and Sale
 

Bambang Widiarto

User Rating: / 2
PoorBest 

JakartaCorner – Bambang Widiarto

“Saat bencana alam terjadi, you name it, you got it”

 

Nama: Bambang Widiarto
Pekerjaan: Adventure Gear / Disaster Gear Supplier
Umur: 40
Status: Menikah dengan Ir Ety Trysulistyorini, anak 2
Alamat: Jl Margasatwa Barat No 5B, Cilandak KKO – Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kota Asal: Jakarta.
Lama di Jakarta: Dari lahir
Kesan buat Jakarta: Jika 2010 nanti Jakarta ingin bebas dari banjir, sebaiknya segera berbenah diri. Mulai dari sampah yang membendung sungai, kerahkan semua elemen untuk mendukung hal ini.

 

Akhir-akhir ini negara kita tercinta sering dilanda bencana alam. Yang terakhir malah menerjang tiga kota sekaligus. Bantuan berbagai macam dari berbagai daerah datang dengan sigap. Tenda-tenda besar dipasang, beragam fungsinya. Kantong-kantong mayat dikerahkan. Nah, pernahkah ada rasa penasaran darimana asal tenda-tenda besar dan kantong-kantong mayat segitu banyak?.

“Katakanlah, saya dan tim saya adalah orang yang paling dicari saat bencana datang.”. Begitu kata Pak Bambang sedikit bercerita tentang pekerjaannya. Dari pernyataannya, jelas jasa Pak Bambang sangat diperlukan. Berikut hasil perbincangan kami dengan Bapak Bambang, orang yang banyak bergabung dalam berbagai organisasi untuk amal ini. Hanya di solfacorners.




Ceritain dong Pak, tentang pekerjaan Bapak. Gimana sejarahnya bisa sampai kaya sekarang?
“Awalnya? Cukup lama ya, ceritanya di mulai saat saya terjun di bisnis adventure gear. Tahun 1996. Waktu itu saya ikut dengan salah satu merk lokal,yaitu Boogie. Nah, di Boogie ini saya mengenal beberapa komunitas pecinta alam, sehungga saya jadi belajar banyak tentang alam dan adventure gear itu sendiri. Hingga saya memutuskan untuk usaha sendiri dua tahun berikutnya. Tahun 1998 ‘Outdoor and Rescue’ saya dirikan, usaha ini secara khusus menyediakan berbagai macam alat bantu untuk bencana alam. Dan pada tahun 2000 saya membuka usaha sampingan, bergerak di Camping Equipments trading dengan nama ‘Point Outdoor Sport Corner’ yang merupakan usaha gabungan dengan temen-temen ex Boogie.”

Wah, Pak Bambang sibuk sekali sepertinya?
“Begitulah, tapi alhamdulillah selalu ada waktu untuk keluarga dan agama, hahaha.”

Saya tertarik dengan ‘Outdoor and Rescue’-nya, bisa lebih dijelaskan, pak?
“Basicnya, usaha saya justru rame saat ada bencana alam. Katakanlah, saya dan tim saya adalah orang yang paling dicari saat bencana datang. Tapi bukannya menari-nari di atas penderitaan orang, target saya lebih luas: korban bencana alam dan relawan bencana alam. Saya membantu orang yang ingin membantu. Saya dan tim menyediakan alat untuk orang yang ingin memberi bantuan. Simpelnya seperti itu”

Alat-alat apa saja yang bapak sediain?
“Wah, macam-macam. Mulai dari tenda, perahu karet sampai kantong mayat. Saat bencana alam terjadi, you name it, you got it. Tapi alat yang pasti selalu saya produksi adalah tenda dan kantong mayat. Karena rumah pasti hancur dan nyawa pasti melayang saat terjadi bencana. Kita harus siap setiap saat. Maka itu kita selalu produksi dua alat itu. Nah setelah bencana di tiga kota tersebut, berhembus kabar akan ada bencana lagi. Saya sudah siapkan 350 unit tenda pleton dan 200 unit perahu karet.”

Wow! Sebanyak itu?
“Ya, karena kita nggak akan tahu besar kecilnya bencana. tapi kita selalu siap untuk yang terburuk. Saya juga sempat ikut ‘Next Disaster Management’ yaitu sebuah seminar 3 hari di cibubur yang khusus membahas dan mencari solusi bencana alam di Indonesia. Tapi berskala internasional karena dihadiri beberapa wakil dari negara-negara di Asia Pasifik yang notabene mempunyai beberapa titik permasalahan yang sama di beberapa bencana alam yang terjadi.”

Bencana alam dimana yang paling banyak membutuhkan alat dari Bapak?
“Tiap bencana alam butuh alat yang berbeda. Contohnya tsunami, biasanya lebih butuh kantong mayat dan perahu karet karena bangunan dan rumah tidak banyak yang hancur. Kalau gempa biasanya butuh tenda dan kantong mayat. Tapi saat tsunami di Aceh kemarin, itu semua alat saya kerahkan. Nggak heran kalau itu termasuk bencana alam paling buruk sedunia. Karena keadaan disana memang sangat parah. Tenda dibutuhkan karena hampir semua rumah rata dengan tanah, perahu karet dibutuhkan untuk mencari korban yang hilang di laut dan yang paling banyak dibutuhkan adalah kantong mayat.

Pernah mengantar alat sendiri, Pak?
“Hampir selalu! Setiap ada pemesanan equipment, jika tidak ada halangan, saya mengusahakan mengantar sendiri ke lokasi bencana alam. Aceh, Jogja, Bengkulu, Padang. Bahkan waktu bencana alam di Padang, saya sempat kekurangan alat. Sehingga saya harus bolak-balik jakarta-padang pake Herkules, hahahaha.”

Biasanya siapa aja yang mesen, Pak?
“Saya sudah tanda tangan kontrak dengan beberapa CSR dari BUMN, dari swasta juga ada. Dan biasanya kalo mereka memesan tenda atau perahu, itu warnanya disesuaikan dengan logo atau corporate color mereka.”

Oh, jadi bisa pesan perahu karet atau tenda dengan warna khusus? Pake logo pula?! Keren! Tapi harganya beda atau sama, Pak?
“Hahaha.. harga tetap sama. Harga awal itu udah include everything pokoknya. Solfacorners mau bikin perahu atau tenda? Sini! Saya kasih diskon deh! hahahaha”

Hah? Serius, Pak? Kalo perahu boleh! Tapi tenda segede itu buat apa, Pak?
“Tenda dari saya nggak semuanya gede! Ada tiga jenis. Yang paling ukurannya gede itu namanya Tenda Pleton, ukurannya 6x14x3 meter. Tenda pleton biasanya dipake buat tempat ngungsi sementara korban bencana yang rumahnya hancur. Yang ukurannya sedang namanya Tenda Regu, ukurannya 6x9x3 meter. Biasanya gunanya buat kantor atau markas sementara bagi militer atau LSM yang membantu para korban bencana. nah, yang paling kecil namanya tenda medis, ukurannya 6x4x3 meter. Sesuai namanya, tenda ini biasanya dipake buat ruang operasi atau ruang perawatan bagi korban gempa. ICU-lah istilahnya. Tapi kadang fungsinya nggak mesti ikut dengan namanya. Menyesuaikan sama keadaannya aja. Solfacorners mau bikin tenda camping dengan warna ijo plus logo? Gampaaaang! Hahahaha.”

Oo gitu? Kayaknya seru, tuh, punya tenda dengan warna khusus plus ada logo. Terus, kalo saya mau pesen gimana, Pak?
“Gampang, dateng aja ke ‘Point Outdoor and Sport Corner’ di Jl Margasatwa Barat No 5B, Cilandak KKO – Jagakarsa, Jakarta Selatan.. telponnya 02195920859. atau add FB saya aja, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it juga boleh. Tapi lebih enak dateng ke ‘Point’ aja, biar bisa sekalian liat-liat camping gear yang saya jual. hahahaha”

Ooh jadi produksi tenda dan perahu juga disitu, pak?
“Oh, bukan! Workshop Disaster Gear saya ada di Bandung. Tapi, karena sekarang sedang mengurus pengadaan alat dan arena untuk Airsoft gun, saya lebih sering nongkrong disini.”

Maen Airsoftgun juga, Pak? Wah! Luar biasa, Pak Bambang!
“Haha.. Iya, untuk menguasai bisnis, saya harus mendalami bisnis itu secara detail, toh? Insyaallah saya dan temen-temen akan buka toko khusus bagi hobbyist Airsoft gun. Kan, selama ini kalau mau beli airsoft gun itu biasanya lewat internet. Nah, kita mau usahain tempat khusus, semacam toko yang nyediain segala tentang airsoft gun, arenanya juga kalo bisa. Jadi one stop solution buat airsoft mania. Doain aja ya! Nanti saya kabarin kalo semua udah fix. ”

Pernah kesulitan nggak pak,dalam menekuni bisnis ‘Outdoor and Rescue’ ini?
“Kesulitannya, yang namanya bencana alam itu kita nggak bisa prediksi. Dan sesiap apapun, sebanyak apapun saya punya stok alat bantu itu, saya nggak akan tahu seberapa parah bencana alam yang terjadi. Seperti bencana alam di Padang yang baru lewat, saya sempat kehabisan stok alat bantu. Itu gawat sekali, mau nggak mau harus nunggu. Pengerjaannya cepat, masalahnya ada di bahan. Kita masih beli bahan. Tapi alhamdulillah, masalahnya nggak berlarut.”

Tapi saya tau kapan stok Pak Bambang nggak akan cukup!
“Oh ya? Kapan tuh?”

2012!
“Hahaha.. itu cuma film! Tapi kita nggak tau juga sih. Dan untuk catatan, saya selalu stok masing-masing alat sebanyak 500pcs. Ada maupun nggak ada bencana.”

Kalo nggak ada bencana, stok sebanyak itu dikemanain, Pak?
“Oh, bisa kemana aja! Tenda bisa dipake untuk kegiatan militer. Kantong mayat biasanya dipesen kepolisian. Perahu, marinir! Tapi banyak juga Tim Pecinta alam yang pesen sama saya.”

Pernah nggak nemuin kejadian menarik?
“Ada, belum lama ini kejadiannya. Jadi ada orang yang nawarin tenda pleton bekas ke saya. Setelah saya cek, saya liat-liat, lho, ini bukannya tenda buatan saya? Hahahaha itu konyol banget tuh!”

Menurut bapak apakah Jakarta akan terkena bencana alam?
“Kita tidak mengharapkan, tapi kita juga tidak bisa menghindar. Kita harus siap jika bencana datang. Lambat laun Jakarta akan terkena bencana alam, cuma masalah waktu. Ambil contoh kecil dari bencana langganan Jakarta, yaitu banjir. Selama masyarakat peduli kebersihan, selama penanganan tidak lambat, Jakarta tidak akan terhindar dari banjir.”

Apa yang seharusnya kita siapkan?
“Siap dan sigap! Itu aja. Kita mesti siap kapanpun bencana alam itu datang. Dan saat bencana alam akhirnya terjadi, kita mesti sigap saling membantu.”

 

 

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."